EKONOMI

Bang Charles Pebisnis Multi Talenta

Kaltim, Mediakontroversi.co.id – Pengusaha sukses umumnya dianugrahi feeling dan insting bisnis yang kuat sehingga mampu memprediksi peluang bisnis kedepan_. Begitu pula dengan sesok pembisnis kita saat ini “bang Charles” yang tangguh dengan naluri bisnisnya tak pernah mati.

Dimulai dari bisnis jasa transportasi bus, kontraktor sampai pengembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK) dan pelabuhan internasional petikemas terpadu di Kariangau, dengan tangan dingin bang Charles pembangunan tersebut bergeliat melesat.

Begitu pula dalam bisnis Hotel, ide membangun Hotel Platinum Balikpapan di Km 5 Jalan Soekarno – Hatta. Awalnya, banyak pihak meragukan akan keberhasilan hotel bintang 4 ini. Selain lokasi hotel berada dijalan sering macet, mendirikan hotel di pinggir kota—kerap dianggap investasi yang kurang menguntungkan.

Namun, lagi-lagi feeling bisnis dan sisi idealisme bang Charles teruji, dari terungkapannya.” keberadaan hotel, tidak hanya memberi kontribusi positif bagi pembangunan Kota Balikpapan, tapi secara ekonomi ikut mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.

Hotel bintang empat itu, kini sudah beroperasi dan makin ramai dijadikan tempat menginap dan berbagai kegiatan (event) skala lokal, nasional hingga mancanegara.

Hotel yang dibangun bersama keluarganya (Wiliam Chandra anak pertama dan keponaknnya), lewat bendera PT. MIL Platinum Bersaudara. Saat operasional hotel dipercayakan pengelolaannya kepada H. Soegianto, mantan General Hotel (GM) di sejumlah hotel berbintang di Balikpapan, yang dikenal bang Charles cukup lama.

Sukses dengan Hotel Platinum, bang Charles bersama keluarganya melebarkan sayap keluar Kaltim. Lalu, lahir Hotel Platinum Adi Sutjipto Jogjakarta (sudah beroperasi) dan Hotel Platinum Tunjungan Surabaya (proses finishing akhir di 2020).

Mengapa di dua kota besar di Jawa itu? Bang Charles beralasan, jika di Jogja, pertimbangannya kawasan itu sektor pariwisatanya saat itu lagi “booming”. Hasil survei waktu itu menunjukkan, kunjungan turis ke Sleman Jogjakarta mencapai 4 juta orang perbulan.

BACA JUGA   PUNYA BEBERAPA SUMBER ALIRAN PEMASUKAN ITU BUKAN LAGI KEMEWAHAN TAPI KEHARUSAN

Lonjakan turis itu, mesti dijawab degan hadirnya fasilitas menginap yang memadai. Itu, yang membuat bang Charles bergegas membangun hotel bintang empat di Yogya dan tahun 2016 mulai beroperasi penuh.

Sementara Hotel Platinum Tunjungan Surabaya, dibangun bang Charles untuk melayani pesatnya Kota Pahlawan—sebagai kota kedua tersibuk dari sisi bisnis setelah Jakarta.

Lebih lanjut bang Charles, mengungkapkan ; ia punya hitung-hitungan sendiri saat memutuskan diversifikasi usaha ke sektor MICE dan jasa perhotelan. Sepanjang perhitungan bisnis masuk, maka pembangunan hotel tidak tertutup kemungkinan dibuka di daerah lain, khususnya di Kaltim dan Kalimantan.

“Jika diberi peluang membangun hotel berdekatan dengan lokasi ibukota Negara (IKN) Kaltim, tentu kami akan sambut dengan senang hati,” sebut pengusaha yang memiliki motto atau kiat hidup “Bergerak untuk Maju” ini.

Bang Charles juga dikenal gemar berorganisasi. Ia tidak hanya pernah menjadi pengurus ORGANDA Kaltim, tapi juga bergabung sebagai pengurus di DP. Prov. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltim (Pembina).

Bang Charles juga terlibat dalam kepengurusan Paguyuban Ghuang Zhao Balikpapan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Balikpapan. Bersama APINDO Kaltim (Nurdin)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button