EDUKASI

Nasehat Imam Al Ghazali Tentang Kebahagiaan Hidup

Renungan Bang -zt.20

Media Kontroversi Kebahagian menurut Imam al-Ghazali, adalah merupakan sebuah kondisi spiritual, disaat manusia berada dalam satu puncak ketakwaan. Bahagia merupakan kenikmatan dari Allah SWT. Kebahagiaan itu adalah manifestasi berharga dari mengingat Allah.
Puncak kebahagiaan adalah jika ia berhasil mencapai tahap makrifat, telah mengenal Allah SWT. Kebahagiaan datang bila kita merasakan nikmat dan kesenangan. Kesenangan itu menurut tabiat kejadian masing-masing.

Kesenangan mata ialah melihat rupa yang indah. Kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu. Demikian pula semua anggota tubuh yang lain dari tubuh manusia. Adapun kenikmatan hati ialah teguh makrifat kepada Allah. Hati itu dijadikan untuk mengingat Tuhan.

Seorang hamba (rakyat) akan sangat gembira jika ia dapat berkenalan dengan wazir. Kegembiraan itu naik berlipat ganda kalau ia dapat berkenalan pula dengan raja. Tentu saja berkenalan dengan Allah merupakan puncak dari segala macam kegembiraan, lebih dari apa yang dapat dikira-kirakan oleh manusia. Tidak ada makhluk di dunia ini yang lebih mulia dari Allah. Tidak ada makrifat yang lebih nikmat daripada ma’rifatullah.

Allah SWT mengingatkan, “andaikan penduduk suatu wilayah mau beriman dan bertakwa maka pasti akan dibuka pintu-pintu berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ajaran-ajaran Allah. Maka Allah mengazab mereka karena perbuatan mereka sendiri” (QS al-A’raf [7]: 96).

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Allah memberikan kepada mereka pakaian, kelaparan, dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (QS an-Nahl [16]: 112).

Sebuah syair dalam bahasa Arab menyebutkan, “Wa-lastu araa as-sa’adata jam’u maalin wa-laakin at-tuqaa lahiya as-sa’iidu.” Artinya, “kebahagiaan bukanlah mengumpulkan harta benda, tetapi takwa kepada Allah”.

BACA JUGA   Menjaga Lisan

Untuk mencapai Kebahagian yang sempurna, Imam Al Ghazali sendiri menjelaskan didalam kitabnya : 1) Al-Munqid mi nad Dhalal, 2) Kimiyya as-sa’dah, 3) Risalah Al-laduniyah, 4) Ihya Al-ulumuddin.

Kebahagian menurut Imam Ghazali dapat dibagi 5 kelompok :

1. KEBAHAGIAAN AKHIRAT :(yang dilengkapi 4 sifat) ;
a. Abadi tiada fana,
b. Senang tanpa kesedihan,
c. Ilmu tanpa kejahilan,
d. Kaya tanpa miskin.

2. KEUTAMAAN JIWA : (dilengkapi 4 macam ) ;
a. Akal budi yang menuju kepada kesempurnaan ilmu,
b. Kesucian yang menuju kepada kesempurnaan bathin,
c. Keberanian yang menuju kesempurnaan jihad,
d. Keadilan yang menuju kepada kesadaran tertinggi.

3. KESEMPURNAAN JASMANI : (dilengkapi 4 macam) :
a. Kesehatan,
b. Kekuatan,
c. Kedudukan yang terhormat,
d. Kemulyaan keturunan.

4. KELENGKAPAN HIDUP : (mempunyai 4 macam sifat)
a. Kekayaan,
b. Kekeluargaan yang cukup,
c. Jabatan, kedudukan yang terhormat,
d. Kemulyaan turunan.

5. KELUHURAN TAHQIQ : (dilengkapi 4macam) ;
a. Hidayah uluhiyah (hidayah)
b. Kecerdasan berpikir (rusyd)
c. Ketangkasan bertindak (tasydid)
d. Keteguhan hati (ta’yid).

Demikian. Semoga bermanfaat (-zt.20)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button