HUKUM

Menyeleweng kan Dana Penggalangan, Oknum LazisNu Akan di Somasi

Jepara, MediaKontroversi. Co. Id

Oknum penggalangan donasi lembaga sosial berlabel Agama tertentu yang berada di wilayah Kabupaten Jepara diduga sengaja selewengkan uang donasi dari para donatur

Ini dilakukan tanpa seizin  keluarga pasien dan hal ini sangat menyakitkan bagi keluarga yang anaknya dijadikan obyek untuk meminta – minta.

Keluarga merasa beban moral dan mentalnya semakin berat karena menjadi pergunjingan banyak orang,kata bu lilis ibu Angel yang dijadikan obyek penggalangan donasi, 2/5/2021.

Setelah penggalangan donasi pertama dengan obyek pasien yang sangat memprihatinkan dirasa sukses dan donasi tercapai Rp. 195 juta sekian lalu oknum lazisnu nekad menggalang donasi kedua dengan tema ” Kondisi Tubuh anggel Terus Menurun ” sekujur tubuh melepuh,demi meraup kepentingan pribadi tanpa rasa kemanusian sedikitpun.

Penggalangan donasi kedua bodong boleh dibilang spektakuler dari penggalangan donasi pertama yang mencapai Rp.195 juta sekian dan donasi kedua mencapai Rp.311 juta sekian dari target Rp.340 juta sekian tertanggal 28 Mei 2021.

Waooww… lalu dikemanakan donasi sebesar itu? dan diberikan kepada siapakah donasi dari para donatur dengan penuh rasa keikhlasan memberikan sebagian hartanya?

Awak media mendatangi ibu lilis di rumahnya untuk menanyakan kebenaran akan hal tersebut di atas.

“Namun ibu lilis justru terkejut,kok tega ya… anak saya dijadikan obyek terus menerus tanpa izin dan kejelasan “, ungkap bu lilis dengan perasaan sedih.

Mulai yang pertama saja tidak jelas yang terkumpul 195 sekian juta dan hanya diberikan 60 juta, sisanya ngak jelas dikemanakan ini malah ada lagi dan sama sekali tidak izin atau memberi kabar sama sekali, setelah tim wartawan menanyakan, baru mereka mengaku dan beralibi dengan program gizi,kata bu lilis dengan nada kecewa.

Pihak lazisnu saat dimintai keterangan tentang kegiatannya menyampaikan bahwa pihaknya sudah memprogram bantuan gizi, kata Maksum ketua Lazisnu seraya meminta maaf karena belum memberi kabar tentang donasi kedua kepada pihak keluarga Angel dan selalu menyalahkan stafnya yang bernama H, cs

“untuk program ke dua memang ada dan kami programkan untuk perbaikan gizi  Angel” kata Maksum yang didampingi pengurus lainnya.

Donasi sudah saya plotkan untuk  Angel sebesar Rp.24 juta dari Penggalangan donasi yang kami peroleh sebesar Rp. 311juta,tutur Maksum

Sedangkan sisa  donasi kedua  yang terkumpul akan diperuntukkan
kepada pasien yang lain.

Sama halnya uang perolehan penggalangan yang pertama, terkumpul Rp. 195juta sekian namun Angel hanya mendapatkan 60 juta saja dan sisanya dialokasikan ke pasien – pasien lainnya.

Disamping juga digunakan untuk kegiatan pembagian 10 ribu paket sembako, penderita obeisitas dan gegar otak tanpa izin dari keluarga Angel.

Ketika kami konfirmasi soal alokasi donasi oknum Lazisnu selalu terkesan gugup dan tidak bisa menunjukkan bukti aktual selalu minta tenggang waktu terus menerus  berusaha melengkapi data serta dokumen yang seharusnya sudah disiapkan sebelum melaksanakan penggalangan donasi bahkan keluarga pasien menyampaikan bahwa pihaknya dimintai tolong dengan memohon- mohon untuk bersedia menanda tangani dokumen yang awak media minta.

Pihak oknum Lazisnu juga meminta kepada keluarga pasien lainnya pula agar mereka dimaafkan atas kesalahan mereka ketika mendatangi keluarga Angel, itupun setelah pihak media terus menanyakan bukti pengalokasian donasi pertama hingga penggalangan donasi yang kedua.

” Siapa yang tidak kesal pak kata ibu lilis, obyek pasien adalah anak saya, yang mendapat banyak sindiran dari tetangga tetapi hasil pengumpulan tidak diberikan kepada anak saya justru dibagi bagikan kepada pasien yang tidak tercantum dalam konten penggalangan donasi. “,ucapnya

Pihak donatur yang simpati lebih banyak dari Lumajang  tidak mengetahui pasti jika pengalokasian donasi kepada Angel tidak maksimal.

Dan salah satu lembaga dari Lumajang jawa timur sudah mempersiapkan somasi atas dugaan perampasan hak dan penyalahgunaan pengalokasian donasi dari para donatur yang simpati dengan konten pasien bernama Angel, sama halnya beberapa lembaga di Jepara juga menanyakan dugaan ketidak transparanan  pengelolaan donasi yang terkumpul dan menduga pengalokasian donasi dilakukan secara sepihak.
( Sunarso JR )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button