NASIONAL

3 Jenazah Korban Sriwijaya Air Tiba di Babel, Alexander Fransiskus Apresiasi Tim SAR

Pangkal Pinang, Media Kontroversi. Co. Id

Sebanyak 6 warga Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Anggota DPD RI Dapil Babel, Alexander Fransiscus menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Tim SAR yang sudah berhasil menemukan jenazah 3 dari 6 korban itu.

“Secara pribadi sebagai warga Bangka Belitung, saya menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh tim gabungan operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Perairan Kepulauan Seribu,” ungkap Alexander Fransiscus, Jumat (22/1/2021).

Adapun 6 orang warga Babel yang menjadi korban, sebanyak 5 di antaranya merupakan satu keluarga. Mereka adalah Rizki Wahyudi (suami), Indah Halimah Putri (istri), Rossi Wahyuni (ibu), Arkana Nadhif (anak), dan Nabila Anjani (sepupu). Sementara satu orang lagi adalah Yulian Andika yang merupakan Pramugara Sriwijaya Air SJ182.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi tiga korban pesawat rute Jakarta-Pontianak itu yang berasal dari Babel. Korban yang berhasil diidentifikasi yakni Rizki Wahyudi dan Rossi Wahyuni yang telah dikebumikan di tempat asalnya di Pangkalpinang dan Yulian Andika, warga Sungailiat, Kabupaten Bangka yang jenazahnya baru saja diserahkan kepada pihak keluarga hari ini.

“Kami memberi apresiasi atas segala usaha Tim SAR, Tim DVI Polri, dan seluruh relawan yang telah membantu hingga jenazah saudara-saudara kita warga Babel yang menjadi korban Sriwijaya bisa dipulangkan dan dikebumikan di tempat asal mereka,” ucap Alexander.

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ182 secara resmi telah dihentikan, Kamis (21/1). Meski begitu, Alexander berharap agar Basarnas tetap melakukan pencarian sehingga jenazah korban-korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 bisa ditemukan dan dipulangkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

“Basarnas menyatakan tetap akan mencari korban Sriwijaya meski secara resmi operasi SAR telah dihentikan. Kita menantikan itu, dengan harapan jenazah korban lainnya bisa ditemukan, termasuk 3 lagi jenazah saudara kita warga Babel,” tutur anggota Komite II DPD RI itu.

PT Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada keluarga untuk korban atas nama Rizky Wahyudi. Sementara untuk santunan kepada korban lainnya akan dilakukan usai pemakaman.

Santunan akan diproses Jasa Raharja setelah adanya pengumuman identifikasi korban dari pihak DVI Polri. Meski begitu, Jasa Raharja diharapkan tetap memberikan santunan kepada ahli waris bagi korban yang jenazahnya belum ditemukan.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2017, setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk perlindungan dasar pemerintah sebesar Rp 50 juta. Kami berharap kepada korban Sriwijaya Air yang jenazahnya belum ditemukan juga tetap diberikan santunan,” ujar Alexander.

Terakhir, salah satu senator muda ini mengajak masyarakat Babel mendoakan seluruh korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Alexander juga meminta kepada Pemprov Babel untuk terus memantau perkembangan soal penanganan kecelakaan pesawat itu.

“Mari kita doakan semoga korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 mendapat ketenangan dan diberi tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

“Pemprov Babel saya harapkan terus mengikuti perkembangan operasi pencarian korban yang masih akan dilakukan oleh Basarnas, karena masih ada 3 warga kita lagi yang belum ketemu. Perkembangan ini juga termasuk pemenuhan pihak maskapai untuk membayar kompensasi ganti rugi kepada keluarga korban,” tutup Alexander. (ijs/elz)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button