HUKUM

Berkenalan Di Sosmed, ABG Diimingi Jalan Jalan KeluarKota Ternyata DiBekap Di Apartment.

DEPOK – Mediakontroversi. Co. Id

Kejahatan penjualan anak baru gede (abg) melalui sosial media kembali terjadi, dengan iming iming jalan jalan keluar kota dan dijajanin makanan makanan direstoran, biasanya anak abg mudah sekali ikut.

Mitra ReskrimCommunity (MRC) yang dibina oleh Sarwo edy setelah mendapatkan informasi segera menugaskan tim investigasinya, Dan setelah melakukan cek dan ricek akhirnya berhasil mendapatkan informasi sindikat kasus perdagangan anak tersebut.

Dalam lapora tim investigasi MRC, Rabu 23-12-2020, terungkap bahwa kasus penjualan anak di bawah umur terjadi setelah dijanjikan keluar kota tapi ternyata disekap di Green Pramuka City dimana korban berinisial AU berusia 13 tahun, tinggal dikota depok.

Laporan dari Tim Investigasi Mitra Reskrim Community (MRC) UK dan Rd, langsung diterima oleh Panit Ipda Supratman, polsek cempaka putih, karena tempat penyekapan berada di cempaka putih, Jakarta pusat, jadi laporan melalui polsek setempat.

Setelah mendapat laporan, aparat kepolisian polsek cempaka putih dibawah pimpinan Kanit Reskrim Iptu yuan iryadi.sik langsung turun kelokasi, dan berhasil mengamankan 3 orang yang diduga pelaku yang ikut dalam jaringan penjualan anak dibawah umur.

Dimana menurut penuturan Kanit reskrim polsek cempaka putih Yuan iryadi, masing masing ketiga oknum setelah diintrogasi mempunyai tugas berbeda beda, ujarnya

  1. Dede, oknum pelaku yang bertugas sebagai mata mata di lokasi apartemen.
  2. Sidik, oknum pelaku yang berperan sebagai penyalur atau pencari Om Om hidung belang.
  3. Seorang oknum wanita yang berfungsi sebagai pembujuk anak di bawah umur.

Dalam pengakuan korban SU, yang tinggal dikota depok, kenal pelaku bernama Sidik di dunia maya, dan pelaku sidik berkunjung kerumah korban dan meminta ijin kepada keluarganya untuk diajak jalan jalan kepuncak, dan ternyata korban malah di bawa ke Apartemen Green Pramuka City.

Sesampainya dilokasi, korban diberikan obat obatan jenis penenang dan disuruh untuk melayani om om hidung belang dengan diimingi diberikan uang Rp. 300 ribu sampai Rp. 500 ribu, terang Su kepada anggota MRC.

Dalam sekapannya untuk melayani lelaki hidung belang tersebut, korban SU berhasil membujuk om om yang menurut korban masih memiliki nurani untuk membantunya melarikan diri dengan cara dipesankan tranportasi online agar dirinya bisa pulang bertemu keluarganya.

Beruntung atas rasa iba lelaki paruh tua tersebut, korban pun dipesankan tranportasi online dan berhasil melarikan diri dari sekapan pelaku, untuk segera pulang dan melaporkan kepada orangtuanya.

Mitra Reskrim Commuinity ( MRC ) yang dibina oleh Sarwo edy dan polsek cempaka putih dalam kerjasamanya dengan informasi tersebut terus mengembangkan kasus ini ini, karena ada dugaan ada oknum lain yang ikut dalam kejahatan ini dan sekaligus evaluasi kejahatan lainnya di wilayah jakarta pusat.@ oc

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button