OPINI

Pelajaran Berharga Dari Kasus Klepon

Oleh: Jerry Kwok

Mediakontroversi.co.id – Di jagad dunia maya dihebohkan dengan postingan “klepon”. Makan tradisional asal Jawa yang terbuat dari tepung ketan berisikan gula merah ini disebut sebagai makanan yang tidak Islami oleh seorang bernama Abu Ikhwan Aziz.
Dalam waktu singkat, postingan ini begitu viral, bahkan menempati 3 besar trending topic nasional.

Ramai orang dari bermacam kalangan seperti berlomba-lomba dalam mengomentari dan memposting ulang postingan tentang klepon tersebut. Mulai dari orang awam, influencer, artis, bahkan tokoh agama ikut-ikutan mengomentari. Hampir semua komentar bernada negatif, bahkan tak sedikit pula yang menghujat. Parahnya lagi, “kasus klepon” ini juga banyak digunakan sebagai sarana untuk menjelek-jelakan, menghujat, dan mencaci maki Islam.

Banyak orang tanpa menggunakan nalar kritisnya langsung menuding postingan ini dibuat oleh seorang muslim radikal, Wahabi, HTI, dsb.

Lebih lanjut lagi, mereka kemudian merundung, mencaci-maki, mengolok-olok, bahkan mengutuknya.
Di sisi lain, kelompok-kelompok anti-Islam, terutama kelompok sepilis (sekularis, pluralis, liberalis) juga memanfaatkan isu klepon ini untuk menjajakan paham pemikirannya, sembari menghujat dan menjelek-jelekkan apa yang mereka sebut sebagai “paham radikal”.

Namun bagi mereka yang mau berpikir kritis sedikit saja, tentu akan menemukan kejanggalan yang teramat jelas dalam postingan klepon tersebut.

Bagi muslim yang belajar agama, khusunya ilmu fiqh sedikit saja, tentu akan menganggap pernyataan “klepon bukan makanan islami” itu sungguh ngawur dan tidak masuk akal. Anak kecil yang baru masuk TPA saja tahu kalau klepon adalah makanan yang halal. Lah, ini kok ada pernyataan semacam itu?

Pantaslah jika umat Islam menduga ini adalah pernyataan sarkas, bahkan diduga dibuat oleh akun “false flag” (lempar batu sembunyi tangan, pen).

Upaya melacak akun pembuat postingan ini pun dilakukan. Dan terbukti, nama akun “Abu Ikhwan Aziz” tidak ditemukan di FB. Di Instagram pun nama akun ini baru saja dibuat. Tentu hal ini menambah kecurigaan. Tidak berlebihan jika sosok “Abu Ikhwan Aziz” adalah sosok fiktif. Ia sengaja dibuat untuk menjelek-jelekkan citra Islam.

Fakta ini sudah dibuka dan dijelaskan, dan dengan demikian, upaya licik ‘framing’ terhadap Islam melalui isu klepon telah terbongkar!

Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah membongkar makar licik musuh-musuh Islam.

Namun lucunya, setelah diberi penjelasan tentang fakta ketidakjelasan sosok “Abu Ikhwan Aziz” ini, orang-orang yang sudah membagikan postingan ini tetap saja keukeuh menganggap postingan ini asli dibuat oleh penganut Islam radikal! Mereka denial (menyangkal) dengan fakta yang telah terbongkar! Bahkan parahnya lagi, sebagian dari mereka menuding “hoax” mereka yang membongkar kedok Abu Ikhwan Aziz. Duh, bisa-bisanya membongkar fakta malah dicap sebagai hoax, sih?

Lucunya lagi, banyak orang yang membagikan “klepon” ini sebelum-sebelumnya suka teriak-teriak “tabayyun”. Nah, ini mereka kok gak tabayyun dulu? Kok langsung ikut2an membagikan bahkan ikut menghujat, hayo? Di mana prinsip tabayyun yang mereka gembor-gemborkan itu?

Pelajaran penting yang dapat kita petik dalam kasus klepon ini adalah mereka yang selama ini menuduh ummat Islam penyebar hoax, ternyata mereka sendiri yang penyebar hoax!

Mereka yang selama ini mengaku punya komitmen memberantas HOAX, ternyata mereka sendiei mudah termakan HOAX!

Bahkan parahnya, setelah diklarifikasi, mereka tetap denial. Jadi, bagi mereka HOAX itu sesuatu yang tidak mengenakkan bagi mereka dan bertentangan dengan pemikiran mereka, sekalipun itu FAKTA. Dan sebaliknya, walaupun itu hoax, tapi karena mengenakkan mereka dan sesuai dengan pemikiran mereka, maka tidak mereka anggap sebagai hoax.

Pelajaran penting lainnya adalah makar musuh-musuh Islam sangatlah licik! Kita harus waspada terhadapnya. Mintalah perlindungan kepada Allah dari makar musuh2 Islam. Jangan kendorkan semangat untuk amar ma’ruf nahi munkar! (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button