OPINI

MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONAL DI ERA PANDEMI

Media Kontroversi – Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berjalan sejak bulan Maret 2020, dan beberapa kebijakan sudah dijalankan mulai social distanching, physical distanching, hingga work from home. Penutupan tempat-tempat umum dan perkantoran hari demi hari serta pemberberlakuan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai wilayah kota dan propinsi telah membuat beberapa masyarakat mulai menurun pendapatannya, terutama yang menjadi pengusaha kecil, menengah, seperti buruh pabrik, rumah makan, sopir ojek online, menurun penghasilannya karena tidak ada aktivitas masyarakat.

Disamping itu penutupan pasar, mall dan tempat wisata juga akan mempengaruhi ekonomi Negara. Tingkat pertumbuhan telah menurun pada level 2,5% pada kuartal I tahun 2020, dan jika hal ini berlanjut sampai September atau Desember 2020, maka angka bias menjadi minus.

Penurunan pendapatan masayarakat tentunya berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat, dengan adanya menurunnya penghasilan masyarakat, mengurangi penurunan gizi dan kesehatan mereka.

Menurut Dr. Ir. Heru Dewanto, IPU, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), adanya Pandemi Covid-19 ada sisi positifnya yaitu, Supply chain dalam pengadaan barang dan kebutuhan masyarakat karena menghindari social distanching berubah dari pemasaran alami menjadi pemasaran era digital. Telah terjadi perubahan menuju efisiensi harga karena mengurangi rantai pemasaran barang.

Hal lain juga meningkatkan peningkatan semangat Nasionalisme dan proteksionisme negara terhadap gangguan terutama dalam melawan penyebaran virus Corona.
Jika berbicara soal pertahanan Negara sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, secara Undang-undang dan payung hukum yang berlaku bahwa kedaulatan teritorial adalah secara menyeluruh mencakup kedaulatan wilayah darat, laut, dan udara suatu Negara. Namun Kementerian Pertahanan RI tidak hanya mempunyai strategi pertahanan secara territorial saja tetapi juga mencakup strategi dalam pertahanan pangan dan kesehatan.

BACA JUGA   Upaya Pencegahan Covid-19 Di Bengkulu, Penyemprotan Disinfektan Dilakukan

Perang di masa depan tidak lagi akan terlibat kontak fisik saja tetapi dapat berupa perang biologi, atau perang teknologi. Teknologi digital dan internet jika tidak disikapi dengan bijak akan menjadi lawan besar bagi generasi muda bangsa, seperti efek negatif obat-obatan terlarang dan prnografi.

Lebih jauh Pak Treng begitu panggilan akrab Wamenhan RI, pada sesi Webinar yang di selenggarakan oleh PII pada hari Jumat, 22 Mei 2020 lalu, langkah-langkah Indonesia dalam penganganan penyebaran Covid-19, mempunyai program jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek termasuk telah menyiapkan 110 Rumah Sakit di seluruh Indonesia. Termasuk pemberlakuan social distanching dan menyiapkan tempat isolasi bagi penderita suspect corona. Di samping itu mengaktifkan lembaga riset yang mencakup Laboratorium dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta BPPT.
Pada strategi jangka panjang terdapat program ketahanan kesehatan dan pangan. Dalam menjaga ketahanan kesehatan negara, telah didirikan Universitas Pertahanan untuk melahirkan embrio para tenaga ahli di bidang Kedokteran, Farmasi, Biologi, Kimia, dan Teknologi Informasi dan Teknologi (ICT).

Seperti pada kasus pandemi Covid-19 sekarang ini dibutuhkan seorang ahli Virologi yang dapat memberikan penjelasan pentingnya pemahaman terhadap Virus atau bakteri terhadap kesehatan dan bagaimana kita menghindari kontak penangan pasien infeksi virus tersebut.
Dalam menjaga ketahanan pangan Kementerian Pertahanan RI akan membuat Food Stage, yaitu alokasi suatu daerah tertentu yang tidak boleh dipergunakan untuk pemikiman penduduk, tetapi khusus akan difungsikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan, sehingga pada saat tertentu jika terjadi perang atau kondisi darurat, kebutuhan Negara akan pangan masih teratasi untuk rakyatnya.

Hal ini sudah dilakukan Negara-negara lain seperti Vietnam dam Thailand, yang hamper 25% wilayahnya dipergunakan sebagai lahan food stage. Berbeda dengan program Kementerian Pertanian yang sudah berjalan, tetapi food stage ini dibuat sebagai lumbung yang berguna untuk menjaga ketersediaan pangan saat kondisi darurat. Indonesia sebagai Negara agraris yang luas tentunya dapat mewujudkan food stage ini.

BACA JUGA   MEMAHAMI TENTANG RESTRUKTURISASI (RELAKSASI PEMBAYARAN ANGSURAN) ATAS INTRUKSI PRESIDEN AKIBAT DARI PANDEMI COVID 19

Sebagai lahan pertanaman ini akan ditentukan pada wilayah Kalimantan Tengah dan Papua. Untuk menjaga kesehatan maka diutamakan tanaman yang mempunyai kadar protein berguna dalam menjaga daya tahan dan kesehatan tubuh.

Ditulis oleh :
Adji Widodo – Dosen Fak. Ekonomi, Prodi. Manajemen – Universitas Pamulang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button