EDUKASI

KEJUTAN DI DALAM DUNIA PENDIDIKAN PADA MASA PANDEMIK COVID-19

Oleh: Munarsih
Dosen Program Studi Manajemen S-1
Fakultas Ekonomi
Universitas Pamulang

Media Kontroversi – Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia sangat besar dalam menangani masa pandemik Covid-19 atau Virus Corona. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis virus corona yang baru ditemukan dan wabah tersebut mulai tersebar pada bulan Desember tahun 2019 di Wuhan, Tiongkok. Banyak aspek yang kenyataannya berubah dengan adanya persebaran Virus Corona yang terjadi di berbagai negara. Diantaranya perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan.

Dari semua aspek, yang menarik menurut penulis adalah aspek pendidikan. Dengan alasan, karena penulis sudah bergelut dalam dunia pendidikan dalam beberapa tahun lamanya yang bermula dari sekolah hingga kejenjang perguruan tinggi yaitu Universitas Pamulang.

Dengan adanya pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia memberikan beberapa kebijakan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Beberapa kebijakan diantaranya: social distancing atau physical distancing (menjaga jarak fisik), PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) peraturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang harus dilaksanakan di berbagai daerah.

Aturan PSBB berada dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Beberapa kebijakan ini untuk memperlambat penyebaran covid-19 yang di tengah masyarakat.
Kemudian dengan adanya penyebaran virus, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan kebijakan baru dalam instansi Pendidikan melalui pembelajaran online yang dikerjakan di rumah oleh siswa maupun guru serta meniadakan Ujian Nasional yang sebelumnya diselenggarakan setiap tahun sebagai salah satu syarat kelulusan siswa.

Tentunya dengan adanya kebijakan ini, memaksa dunia pendidikan untuk merubah cara belajar tatap muka menjadi pembelajaran online.
Dengan adanya kebijakan social distancing atau physical distancing (menjaga jarak fisik) dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), siswa maupun guru diharuskan melaksanakan pembelajaran di rumah secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi.

BACA JUGA   UPAYA KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT PADA MASA COVID 19

Tidak jarang pembelajaran online membuat orangtua siswa merasa kesulitan untuk mendampingi anak mereka belajar di rumah. Mereka harus terbiasa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan sistem online yang berlangsung secara terus menerus atau continue selama masa pandemik Covid-19.
Sebenarnya, pembelajaran online sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir.

Namun, pembelajaran yang diberlakukan secara terus menerus baru dilakukan pada masa pandemik Covid-19. Hal ini membuat guru maupun siswa dengan terpaksa dan harus terbiasa dengan pembelajaran online. Selama masa pandemik, pembelajaran online sudah diberlakukan mulai dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan di beberapa negara yang terkena dampak Covid-19.
Padahal, kalau dilihat secara teknis maupun secara sistem sebenarnya siswa maupun guru belum siap, karena banyak metode belajar yang berubah dengan sistem pembelajaran online.

Dengan adanya hal ini, baik siswa maupun guru diharapkan tidak terbebani dengan pembelajaran online. Dengan pembelajaran online sebaiknya siswa maupun guru harus lebih kreatif dan harus meningkatkan kualitas diri dengan cara mengakses lebih banyak sumber ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, serta menambah pengalaman yang nantinya akan membuahkan hasil karya yang mengagumkan. Sehingga, ilmu yang didapat kelak akan bermanfaat untuk orang lain dan pahalanya akan mengalir sampai akhir hayat. Wassalamualaikum Wr. Wb.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button