HEADLINE

Forum Dosen Nasional (FDN) Sambangi BNSP, Laporkan LSP PIB

Jakarta, Media kontroversi – Forum Dosen Nasional (FDN) sambangi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ajukan banding terkait uji sertifikasi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi Penyuluhan Integritas Bangsa (LSP PIB) di Kantor BNSP, Jakarta selatan, pada senin 02 Maret 2020.

Banding tersebut dihadiri oleh 9 dosen yang menyatakan sikap kejanggalan proses dan prosedur uji sertifikasi yang dilakukan LSP PIB pada hari Minggu, 09 Februari 2020 lalu.

Dr. M.Ridwan,S.Pd.MM, ketua bidang kerjasama STIE Ganesha menilai tindakan LSP PIB dalam uji sertifikasi Anti Korupsi tersebut terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sangat mengganjal dari para Asesi terutama para dosen sebagai peserta. “Karena itu kami minta pada BNSP untuk melakukan mediasi terkait prosedur yang sebenarnya terkait uji sertifikasi, sebab saya merasa adanya kejanggalan yang dilangsungkan LSP PIB, dimana saat acara berlangsung, seakan-akan asesi, telah dinyatakan lulus oleh Asesor.

Namun berjalannya waktu, pihak dari LSP tiba-tiba menyatakan asesi tidak lulus dengan alasan adanya document yang tidak lengkap, hal ini di ungkapkan LSP dengan mengatasnamakan BNSP yang memiliki kewenangan untuk menyatakan lulus atau tidaknya asesi saat melakukan uji sertifikasi,” terang Ridwan di Kantor BNSP Jakarta Selatan.

Disamping itu, Dr. Ramdhan, MM, Dosen STIE Ganesha mengungkapkan perihal dari kejanggalan dan mediasi saat ini dalam prosedut yang jelas terkait uji sertifikasi yang dilakukan oleh LSP di luar atau di dalam dari pada tanggung jawab BNSP itu sendiri, semestinya harus ada tindak lanjut yang jelas, apakah kejanggalan yang di ciptakan oleh LSP dalam memanipulasi data uji sertifikasi tersebut di luar kontrol BNSP itu sendiri sebagai lembaga independent yang melisensi LSP.
“kekhawatiran kami, terkait uji sertifikasi yang dinilai memiliki banyak kejanggalan mesti ditindak lanjuti oleh BNSP sebagai lembaga yang berwenang atas LSP. Sebab bagaimanapun jika tidak adanya tindak tegas kami kwatir akan banyak lagi LSP yang melakukan uji sertifikasi tanpa prosedur yang jelas dengan mengatasnamakan BNSP,” tegas Ramdhan.

Menanggapi perkara tersebut, Moh. Zubaer, Anggota BNSP mengungkapkan, bahwa BNSP tidak ada ikut dalam proses uji yang dilakukan oleh LSP, karena LSP sudah diberikan lisensi dan sertifikat yang diberikan oleh BNSP, dimana artinya hak penuh LSP terhadap uji sertifikasi tersebut semuanya tanggung jawab dari pihak LSP itu sendiri, dan terkait prosedur itu sudah ada di dalam skema LSP, dan mengenai adanya angka nominal itu kesepatakan dari kedua belah pihak antara asesor dan asesi, tergantung kebutuhan saat uji sertifikasi tersebut.
“Nah terkait prosedur yang dinilai sangat memiliki keganjelan, itu tentunya mesti kita cek dari skema yang telah di buat oleh LSP sendiri, dimana skema tersebut tentunya berbeda-beda antara LSP yang satu dengan yang lainnya. Namun jika memang penilaian dari pada skema tersebut tidak jelas atau di luar prosedur, itu akan kami undang untuk melakukan mediasi antara pihak BNSP dan LSP,” Ungkap Zubaer.

Zubaer juga menambahkan ketika semua prosedur dan pengaduan dari pihak masyarakat memang ditemukannya keganjalan sesuai dengan laporan yang BNSP terima, akan di tindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang ada di BNSP.
“ya, kita akan undang terlebih dahulu LSPnya, kita adakan mediasi dan pengecekan, jika memang ditemukan adanya kejanggalan sesuai dengan laporan masyarakat, kami akan tindak tegas dengan mencabut sertifikat LSPnya,” tegasnya

Disamping itu, proses untuk mengundang LSP tersebut kami butuh waktu yang tepat, agar LSP yg kita panggil dapat menyiapkan document sesuai dengan apa yang telah ia terbitkan ketika melakukan uji sertifikasi anti korupsi selain itu kami juga akan mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak KPK untuk menanyakan terkait penyuluhan anti korupsi yang di lakukan oleh LSP PIB tersebut

“jadi kami minta, agar ibu dan bapak bersabar, kami akan proses sesuai dengan aturan dari BNSP sendiri,” Tutupnya.

Rizki/Red Era & MK.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button